Friday, April 29, 2005

language

language is supposed to be a mean of communication
but so often people speak in a language that noone understands
or at least not many people understand..

like writing email on a mailinglist in dutch
or in french..

some might understand
but not me..

so, was it the emailer who doesnt seem to be communicative..
or just me??

think about it..

you must understand 'language of the world'
or just..
it is the world that should understand 'your language'??

|

tua

banyak yang berpulang belakangan
apakah sang jiwanya dunia sudah bosan?
atau kita memang bertambah tua?

|

terdiam disana

biarkan ia disana
bersama tercintanya
rebah dalam pelukannya
dan terdiam merasakan tentram
mendekap erat tangan 'sang'
sambil mendengarkan alunan lirih
rangkaian kata diikat cinta
dari kamu tentu saja..

*rest in peace, renata's father
god is so good, be good always ren..
he loves you too..

|

untuk ibu master

teruntuk mbakyu yang sedang jauh
satu ungkapan selamat untuk terus maju
meski hari kian tak menentu
aku yakin mbakyu tidak pernah layu...

which way










*benny's resident-september 15,2004

|

masih ada saya

sepinya panjang...
redupnya pun demikian..
jaraknya jauh..
salamnya pun demikian..

kadang bertemu..
lebih lama tak bersua..
kadang menyapa..
lebih sering tak bergeming..

asal ingat masa..
tak mengapa panjangnya..
demikian pula jauhnya..

asal ingat rasa..
tak mengapa tanpa sua..
pun tanpa geming..

cukuplah ingat..
kalau ada penat..
masih ada saya..

si tukang pijat..

|

Tuesday, April 05, 2005

smurfian

SMURF!
mahluk biru kecil kecil yang kalau ngomong "aku smurf kamu supaya smurf dan menjadi smurf!"

adalah mas n, yang akrab dengan kita kita. kesehariannya kawan n ini suka sekali dengan jawaban "yah yang kaya gitu gitu lah..."
meskipun sedikit bingung dengan apakah itu yang kaya gitu gitu, tapi karena sayang, kita selalu mengangguk penuh semangat seolah tahu apa maksudnya.

jawaban yah gitu gitu bukan cuma milik mas n ternyata. ada juga seorang mas r yang juga punya jawaban trendy "okeh banget...".. apapun itu, asal dia merasa amaze (atau merasa lainnya), dia akan bilang "oke banget..."
lain lagi dengan bung u yang selalu punya comment "cool..." dikit dikit "cool..."

"yah yang kaya gitu gitu lah.."
"oke banget .."
"cool.."

kok mengingatkan saya pada dibiru imut yang selalu bilang "SMURF"
hanya bisa dimengerti apa maksud sebenarnya, kalau tahu konteks nya.
jadi men-smurf kalimat bisa di smurf dengan kalimat yang smurf!
*baca: memperpanjang kalimat bisa dipersingkat dengan kalimat yang ...smurf!*
smurfian!

meski dalam tingkatan yang berbeda, semakin hari memang semakin banyak smurfian smurfian disekeliling kita. kalimat kalimat singkat yang kemudian jadi icon si pembuat. arti dan makna? mungkin harus cinta dan sayang sekali untuk paham (wesss..)

anyway, selamat membuat smurf smurf
hingga kita bisa mensmurf semuanya menjadi smurf!!
*terserah artinya apaan*

**kalau pak dami toda tahu, bisa ngamuk si bapak. secaranya dia adalah dedengkot bahasa indonesia yang baik dan benar gitu lohhhh
baik dan benar begimane?
yah gitu gitu lah...

|

Monday, April 04, 2005

4 menit 59 detik

"orang jakarta kelas bawah cuma punya bola buat dibanggain. jakarta ada hard rock, tapi mereka gak mampu. kebon pun dibatesin sama mall. tapi masuk mall, juga gak bisa"

**filmnya ucup.

|

TUK, suatu siang....

Teater Utan Kayu, teater kecil dipojokan jajaran ruko disalah satu sisi di jalan Utan Kayu. Satu sms undangan nonton pemutaran film mendarat. “Ketemuan yuk!”

Tempatnya bukan tempat asing, tapi menonton film pendek dengan audience yang beragam seperti hari itu, baru kali ini. Seorang kawan yang kebetulan pembuat film bersama dua kawan lainnya, mempertontonkan karyanya. Karya yang durasinya tidak sampai 10 menit per filmnya, diputar bersama.

Hingga akan dimulai, saya tidak punya pikiran atau harapan mengenai apa yang akan saya tonton. Ide datang hanya sesederhana ingin bertemu kawan lama. Lagipula, dalam sekian tahun saya mengikuti cerita mengenai karya-karyanya, baru hari itu saya benar-benar melihat hasilnya, untuk pertama kali.

Satu persatu film diputar. Mulai dari tema supporter bola, musik underground hingga seorang kara, gadis kecil yang ditinggal mati ibunya.

Sedikit mengangguk dan tak jarang mengernyitkan dahi. Respon standard menonton film pendek. Durasinya yang tidak panjang sering menyimpan banyak pertanyaan. Penonton mereka reka, apa mau dikata oleh sang pembuat film. Gambar-gambar singkatnya, kadang nggak nyambung (dengan nalar-ups!). Penonton kadang juga dibuat terlena dengan gambar gambar cantik yang kemudian berubah menjadi gambar yang berputar putar entah apa maunya. Lalu ceritanya apa?

Pertanyaan seputar makna beberapa kali ditanyakan dalam sesi tanya jawab setelah pemutaran. Berharap jawaban yang rumit, kadang penonton malah diberi jawaban yang sederhana. Sesederhana “what you see if what you get“ . Bahwa memang apa yang ada dilayar itulah yang mau ditunjukkan. Tapi seolah jawaban sederhana serasa aneh. Harusnya ruwet, harusnya penuh makna, harus filosofis.

Filosofis nya film malah dijawab oleh sang pembuat dengan kombinasi media yang dipakai. Gabungan seluloid 16mm dan mini DV misalnya. Hanya untuk menampilkan gambar yang puitis dan realis dalam satu rentetan 9 menitnya (ehem!)

Ceritanya sulit? Kata pembuat nya sih, tidak.

“Gua mau bikin film pendek yang gampang ditonton”
demikian sang kawan sempat menyampaikan niatnya diujung hari.

“habis semua orang kayanya pusing nonton film pendek”

Mungkin memang film pendek nggak gampang dipahami. Mungkin juga penontonnya yang sudah berlebihan harapan akan menangkap makna yang nggak mudah ditelanjangi. Mungkin juga, mungkin juga. Juga mungkin karena kita belum banyak menonton film pendek.

TUK disuatu siang...
Teater Utan Kayu, teater kecil dipojokan jajaran ruko disalah satu sisi di jalan Utan Kayu. Hingga pulang pun tanpa pikiran atau bayangan pasti tentang apa yang barusan saya tonton. Tapi yang pasti, bukan satu-satunya siang yang menyampaikan serentetan gambar-gambar yang katanya disebut film pendek. Setiap minggu pertama setiap bulan, jam 15.00.

Hanya di TUK, siang siang..

**
TUK, suatu siang..
gue jadi cerdasan dikit!
buat ucup, ucu, edwin, thanks :)

|

indonesia

"Poetry is a way of taking life by the throat.." Robert Frost (1874-1963)