Friday, July 02, 2004

berlalulah..

bahkan ujung-ujung cemara pun terus menari
meski sang jingga telah lelah bersinar dan tenggelam
bahkan sebuah mendung gelap pun bergerak
meski semua mata telah lengah dan lesu memandang
bahkan sebuah bumi pun terus berputar
meski tubuhnya tercuil satu satu

satu gemerlap hati penuh suka yang melebur dalam jiwa
rentan terselip satu ketakutan akan sebuah akhir
hingga mengharapkan keabadian
yang membuat cemara berhenti menari
mendung gelap lelah bergerak
dan bumi tua berhenti sejenak
demi masa yang tak pernah terlewati

dan akhirnya,
sambil merasakan semilir angin ditengah gelap
membaui semerbak aroma rumput yang tinggal selepas saja
memandang ujung-ujung cemara yang ternyata terus menari
dibalik satu mendung gelap yang bergerak
diatas satu bumi tua yang berputar,
megahlah untuk berteriak dan memeluk erat penuh cinta
bermadah lirih satu ucap dari ketulusan yang paling dalam
katakan, dan hanya katakan..

aku berbahagia...
satu bahagia yang niscaya kau miliki jua..
berlalulah...


* everything happen for a reason

|

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

indonesia

"Poetry is a way of taking life by the throat.." Robert Frost (1874-1963)