Sunday, May 01, 2005

satu hai

tak selamanya saya membatu
apalagi tertegun
atau membuta
dan kemudian tuli sempurna

tak selamanya sepi itu menyenangkan
apalagi mengenyahkan suara
atau mengurung telinga
dan kemudian menelan ludah

sekarang saya ingin melompat
tidak perlu tinggi
apalagi jauh
cukup satu lompatan
kebelakang juga boleh

saya sedang berkawan riuh
tidak sedang cinta sepi

hanya untuk satu hai
diikuti apa khabar

jadi kemana harus melompat?

*to my dear friend. miss u already. may peace be with you
you deserve them..

|

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

indonesia

"Poetry is a way of taking life by the throat.." Robert Frost (1874-1963)