Saturday, May 08, 2004

semangat!

potongan kalimat di testimonial itu mengganggu benakku. testimonial yang dibuat seorang teman untukku hari ini. dalam testimonialnya ada tertulis:

"....membuat gue tetap semangat..."

potongan kalimat itu begitu mengganggu. pertanyaanku cuma satu:
semangat. kayanya kenal..tapi sedang ada dimana ya..

potongan kalimat yang bahkan tidak sanggup aku ucapkan untuk diriku sendiri.

beberapa minggu ini aku banyak memperhatikan teman-teman disini. beberapa kali kami berbagi cerita, ngobrol ngalor ngidul nggak karuan. seorang teman yang besar di tapanuli utara bercerita mengenai masa kecilnya disebuah kota kecil bernama porsea. buatku teman ini memang salahsatu manusia rajin. fokus sekali dalam setiap kegiatannya. tapi setelah mendengar cerita masa kecilnya, ketertarikanku semakin besar.

dimasa kecilnya, ia mandi menggunakan sabun batang berwarna hijau berbentuk kotak panjang yang ia sebut 'sabun telepon'. sementara aku tahu nama sabun itu 'sabun cap tangan'. ia katakan, dengan sabun itulah ia mandi, mencuci baju sampai keramas. aku cukup terkejut. bagaimana mungkin ia bisa hidup dengan cara itu? aku sudah mengenal sabun mandi dari usiaku kanak-kanak sementara usianya denganku tak berbeda jauh. aku tahu ini bukan isu kemiskinan hingga ia harus memakai sabun cuci baju untuk mandi. yang lebih mengherankan lagi, ia masih menggunakan sabut kelapa untuk gosok gigi. semua itu terjadi di awal tahun 80-an, disebuah kota kabupaten di negeriku. satu kota yang mestinya sudah cukup maju. cerita kemudian berlanjut mengenai masa-masa awal ia kuliah di satu universitas negeri terkemuka di kota bandung. sekali lagi, ini bukan isu kemiskinan, tapi sikap hidup yang diambilnya, untuk tetap bergaya 'porsea' meski sudah tinggal di ibukota propinsi jawa barat itu, cukup membuatku menarik nafas. semangatnya luar biasa.

satu lagi manusia hebat yang aku kenal disini. ia seorang ibu rumah tangga. bersama dua orang anaknya ia datang ke negeri ini, menemani sang suami yang sedang menimba ilmu. kalau memperhatikan jam hidup ibu ini. sekali lagi aku juga akan menarik nafas panjang. bagaimana tidak. ia mengurus kedua anak dan suaminya. memasak, mengantarkan anak ke sekolah dan pekerjaan rumah tangga lainnya. semua ia kerjakan sendirian. sementara ia juga masih melakukan pekerjaan paruh waktu setiap pukul 5 sore sampai 8 malam. sepulang bekerja, ia masih harus menidurkan kedua meteor kecilnya. dan esoknya bangun pagi, dan kembali dengan rutinitas rumah tangganya. itu belum selesai. setiap minggu ia masih mengajar mengaji di masjid. kalau ada acara kumpul-kumpul mahasiswa, ia pasti turut serta, tanpa lupa seloyang kue atau sekotak resoles buatannya. yang paling mengharukan, walaupun tidak pernah aku ungkapkan langsung. ia membuatkanku sebuah kue ulang tahun. tidak hanya untukku, juga untuk seorang kawan lain yang ulang tahunnya berdekatan dengan hari ulang tahunku. ternyata perhatiannya tidak hanya untuk keluarganya, tapi juga orang-orang yang ada disekelilingnya. bagaimana ia bisa melakukan semuanya? semangat itu..

temanku satu lagi adalah seorang penyandang cacat mata. ia buta. kebutaan genetik yang ia alami sejak usia 10 tahun. ia bukan satu-satunya tuna netra di keluarganya. kakak perempuannya juga buta sejak usia 20 tahun. saat ini teman itu sekolah untuk program master. seluruh buku teks yang menjadi bacaan wajibnya, diubah dalam bentuk braille. beberapa diantaranya diubah dalam bentuk audio, dibacakan oleh seorang native speaker, kemudian rekamannya dia dengarkan melalui walkman. ada juga bacaan yang diketik ulang dalam bentuk word, kemudian dengan program khusus bernama JAWS, huruf-huruf itu akan dibaca oleh komputer. bukan sesuatu yang mudah tentu saja.

5 bulan yang lalu aku menjenguknya, tepat di hari ulang tahunnya ke empat puluh. melihatnya menjalani keseharian, kembali aku menarik nafas panjang. temanku ini, selalu ceria melakukan semua aktifitasnya. belajar, mengerjakan tugas-tugas kuliah, membersihkan kamar, mencuci baju, bahkan memasak. semua dilakukannya sendiri tanpa bantuan siapapun. tanpa mata. semangat itu bukan sembarangan. semangat itu luar biasa..

sering aku berkata pada diriku sendiri. aku lelah. kehabisan tenaga. kehilangan arah. tidak fokus. nggak tahu mau kemana. dan sejuta pertanyaan, umpatan, mengeluh pada diri sendiri. serasa manusia paling malang didunia. yang sudah terlalu tua untuk ini dan itu.

tapi kalau saja aku mau sedikit melihat keluar. melihat ada apa diluar sana. manusia-manusia hebat yang selalu punya semangat. tiga teman hebat yang aku miliki itu...

mestinya aku bisa lebih kuat. berhenti mengeluh dan terus bekerja. menyelesaikan semua hal yang sudah aku mulai. menjalin terus kepingan-kepingan menuju cita-cita. hingga suatu saat berani menuliskan:

"...selalu membuat gue tetap semangat.."

untuk diriku sendiri..

**untuk teman-temanku..satu kebanggaan yang besar berada bersama kalian semua...

|

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

indonesia

"Poetry is a way of taking life by the throat.." Robert Frost (1874-1963)