Tuesday, May 25, 2004

ketika jingga itu jadi malam..

pernahkah kau menyesal..
sesal karena awan yang indah yang telah memberi matamu keteduhan
tiba-tiba harus runtuh menjadi hujan..
sesal karena pendar jingga diujung ufuk yang membuat jiwamu memerah
tiba tiba harus berubah menjadi malam..

pernahkah kau kecewa..
kecewa karena awan yang indah yang telah memberi matamu keteduhan
tiba-tiba harus runtuh menjadi hujan..
kecewa karena pendar jingga diujung ufuk yang membuat jiwamu memerah
tiba tiba harus berubah menjadi malam..

bukankah awan itu tetap ada meski hujan turun..
dan sinar jingga itu nyata meski jadi malam..
semuanya ada..

dihatiku..

bukankah dihatimu juga?

|

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

indonesia

"Poetry is a way of taking life by the throat.." Robert Frost (1874-1963)